Terorisme dalam Pandangan Islam

Terorisme dapat diartikan sebuah gerakan yang bersifat fundamental yang menggunakan jalur kekerasan. Dalam hal ini terorisme bukan persoalan pelaku. Terorisme lebih terkait pada keyakinan teologis. Artinya, pelakunya bisa ditangkap, bahkan dibunuh, tetapi keyakinannya tidak mudah untuk ditaklukan. Usia dari keyakinan tersebut tergantung sampai kapan jaringan atau keyakinannya tersebut bertahan.

terorisme

Hal tersebut seperti terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW, terdapat kelompok-kelompok yang taat beribadah, tetapi juga gemar melaksanakan aksi kekerasan. Hal tersebut dilakukan oleh kelompok yang bernamma Khawarij[1]. Selama Khawarij masih ada, selama itu juga anggota kelompoknya melakukan aksi kekkerasan. Kemudian hal tersebut juga seperti yang terjadi di zaman modern, yaitu dengan adanya kelompok garis keras yang menamakan dirinya Al-Qaeda.

Tragedi Peristiwa 11 September 2001 dan Efeknya Bagi Islam

Paska tragedi 9/11 terorisme menjadi isu yang kembali memanas. Akan tetapi pengaruh yang besar dari panasnya isu tersebut adalah dengan ditudingnya Islam sebagai agama terorisme. Aksi terorisme yang  terjadi di AS, tepatnya menimpa gedung WTC disinyalir merupakan tindakan dari jaringan islam garis keras yang dikepalai oleh Osama bin Laden.

Hal tersebut merupakan pukulan telak bagi agama Islam yang sejak dahulu selalu mengutamakan perdamaian dan fleksibelitas. Aksi terorisme tersebut seakan memberi corak baru terhadap Islam, Islam dianggap agama teroris dan juga agama yang tidak sejalan dengan Hak asasi Manusia. Pada dasarnya dalam Islam sendiri pun memang terdapat beberapa golongan yang memecah agama tersebut menjadi beberapa kelompok. Hal tersebut jelas sekali memungkinkan adanya kelompok yang berbeda faham dan jalur. Kelompok yang melakukan aksi terorisme dianggap sebagai kelompok Islam garis keras.

 Pasca tragedy 9/11 yang menimpa Amerika Serikat, membuat sebuah corak baru akan Islam modern sekarang ini. Anggapan bahwa Islam sekarang ini cenderung fundamental dan berujung pada tindakan terorisme. Dunia Islam secara sporadik sejak beberapa tahun terakhir ini gejala fundamental sangat dirasakan, yang paling ekstrem diantara mereka mudah terjatuh ke dalam perangkap terorisme[2]. Jihad yang dibungkus dengan keyakinan ontologism untuk melakukan terorisme, merupakan kekuatan yang sangat dahsyat di abad ke-21 ini untuk mencapai tujuan politik. Harus diakui, pemaknaan jihad selama ini cenderung pejoratif[3].

Lanjutan Artikel dan referensi ada di Halaman Selanjutnya

Pages ( 1 of 2 ): 1 2HALAMAN SELANJUTNYA »

Recent Posts

Leave a Comment