Sejarah Partai Politik di Indonesia

Sejarah partai politik di Indonesia mulai dan berkembang bukan ketika Indonesia merdeka secara de jure pada tahun 1945. Akan tetapi partai politik di Indonesia telah ada ketika jaman Hindia-Belanda atau sebelum Indonesia merdeka.

Sejarah partai politik di indonesia

Parta Politik Pertama di Indonesia, Indische Partij

Parpol yang pertama ada di Indonesia adalah De Indische Partij yang dibentuk pada tanggal 25 Desember 1912 oleh Douwes Dekker, Tjipto Mangunkoesoemo dan Ki Hadjar Dewantara ketika Indonesia masih dalam penjajahan Belanda. Tujuan pembentukan parpol itu adalah untuk mencapai kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Sekalipun paham tentang Indonesia baru ditegaskan pada 28 Oktober 1928 dalam Sumpah Pemuda, namun para pendiri parpol ini sudah dilandasi oleh pikiran bahwa seluruh rakyat Hindia-Belanda merupakan kesatuan. (Baca Juga: Sejarah Partai Politik)

Seiring perkembangan kondisi politik di Indoneisa berbagai parpol pun muncul dengan coraknya masing-masing, baik yang berorientasi nasionalisme, agama maupun sosialisme. Pada masa penjajahan Belanda jelas sekali bahwa mayoritas parpol yang dibentuk bertujuan untuk mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia sehingga muncul slogan “Merdeka Harga Mati!” dari kalangan tersebut. Namun tidak demikian bagi beberapa parpol yang dibentuk orang-orang Belanda atau orang-orang yang dekat dengan kepentingan penjajahan Belanda.

Parpol yang terlihat unggul pada saat itu adalah Partai Nasional Indonesia (PNI) yang pada mulanya bernama Perserikatan Nasional Indonesia, dibentuk pada 4 Juli 1927 oleh Dr. Tjipto Mangunkusumo, Mr. Sartono, Mr. Iskak Tjokrohadisuryo dan Mr. Sunaryo.. Kemudian pada tahun 1928 berganti nama menjadi Partai Nasional Indonesia dan dipimpin Ir Sukarno atau Bung Karno yang pada 17 Agustus 1945 bersama Drs. Mohamad Hatta memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia atas nama rakyat Indonesia.

Pada 1 Juni 1945 Bung Karno menyampaikan pandangannya depan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tentang Pandangan Hidup Bangsa (Weltanschauung). Uraian yang beliau beri nama Pancasila kemudian diterima sidang dan kemudian dengan beberapa perubahan redaksional ditetapkan sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Sejak permulaan berdirinya Republik Indonesia ada partai politik. Semula hendak dibentuk parpol tunggal, tapi kemudian dimungkinkan berdirinya banyak parpol.

Itu berarti bahwa parpol oleh para Pendiri Negara tidak dinilai dan dianggap bertentangan dengan pandangan hidup Pancasila, sekalipun asal mulanya di masyarakat Barat yang dasarnya menganut individualisme dan liberalisme. Namun karena berada dalam masyarakat dengan dasar Pancasila, mekanisme parpol, perilaku parpol dan tindak-tanduk parpol itu harus pula sesuai dengan nilai dasar Pancasila, yaitu Perbedaan dalam Kesatuan dan Kesatuan dalam Perbedaan.

Perkembangan Partai Politik Indonesia 1908-Sekarang (Reformasi)

Periode Pemerintahan

Periode Demokrasi

Jumlah Partai

1908-1942

Zaman Kolonial

Multipartai

1942-1945

Zaman Pendudukan Jepang

Tidak ada

22 Agustus 1945-

14 November 1945

Sistem Presidensiil

1. 22 Agustus 1945

2. 3 November 1945

Satu partai (PNI)

Multipartai

14 November 1945-1950

1950-1959

Demokrasi Parlementer

14 November 1945

1955

Mulai sistem parlementer

Pemilu dengan lebih dari 20 partai

1959-1965

Demokrasi Terpimpin

1959

1960

Dikeluarkan penpres 7/1959 (mencabut maklumat Pemerintah 3 November 1945 dan melakukan penyederhanaan partai). Hanya 10 partai yang diakui (PKI, PNI, NU, Partai Katolik, Partindo, Parkindo, Partai Murba, PSII Arudji, IPKI, Partai Islam Perti), sedangkan Masjumi dan PSI dibubarkan pada tahun 1960..dibentuk Front Nasional yang mewakili semua kekuatan politik termasuk PKI, Front Nasional ini memberikan kesempatan kepada golongan fungsional dan ABRI yang sebelumnya kurang berpartisipasi. PKI dapat masuk ke Front Nasional karena didasarkan prinsip NASAKOM

1965-1998

Demokrasi Pancasila

1966

7 Juli 1967

1967-1969

1973

1977, 1982, 1987, 1992 dan 1997

1982

1984

1996

PKI dan Partindo dibubarkanKonsensus Nasional, 100 anggota DPR diangkatEksperimen Dwipartai dan Dwigroup dilakukan dibeberapa Kabupaten di Jawa Barat, namun dihentikan pada awal 1969.Penggabungan Partai menjadi tiga orsospol (9 partai + 1 Golongan Karya)Pemilu hanya diikuti oleh 3 orsospol (sistem multipartai terbatas)Pancasila satu-satunya asas (asas tunggal)

NU Khittah

PDI pecah

1998

21 Mei 1998

Reformasi dengan multipartai

1998 – Sekarang

Reformasi

Multi-Partai

Pemilihan Umum (Pemilu) Langsung, One man One Vote

Related Posts

One Comment

  1. Karir Setiawan Bago says:

    mengapa pada demokrasi pancasila PDI pecah?

Leave a Comment