Pengertian Politik

Pengertian Politik secara etimologis berasal dari kata Yunani kuno Polis yang berarti kota atau Negara-kota (city-state). Namun seiring berkembangnya kehidupan social-masyarakat pada saat itu, arti Politik juga berkembang menjadi polites yang berarti warganegara, politea yang berarti segala hal yang berhubungan dengan Negara, politika yang berarti pemerintahan Negara dan politikos yang berarti kewarganegaraan.

Pengertian Politik

Ilustrasi (sumber gambar: kesbangpol.kemendagri.go.id)

Politik pada awalnya didefinisikan sebagai usaha untuk menggapai kehidupan yang baik (the good life) yang di Indonesia makna tersebut terdapat dalam pepatah daerah yakni gemah ripah loh jinawi. Adapun filusuf Yunani Kuno terutama beberapa tokoh seperti Plato (429 – 347 SM) dan Aristoteles (384 – 322 SM) yang menamakannya sebagai en dam onia atau the good life.

Di dunia barat, pemikiran mengenai politik (politics) banyak dipengaruhi oleh filusuf Yunani kuno abad ke-5 S.M. seperti Plato dan Aristoteles menganggap politics sebagai suatu usaha untuk mencapai masyarakat politik (polity) yang terbaik. Di dalam polity semacam itu manusia akan hidup bahagia karena memiliki peluang untuk mengembangkan bakat, bergaul dengan rasa kemasyarakatan yang akrab, dan hidup dalam suasana moralitas yang tinggi.

Maka secara umum politik dapat didefinisikan sebagai kehidupan manusia itu sendiri dalam segala aspek kehidupan (Le Politics), termasuk dalam berbangsa dan bernegara (La Politics) sebagai warganegara. Itulah mengapa Aristoteles menyebut manusia sebagai makhluk politik (zoon politicon) atau makhluk yang berpolitik karena ia berpendapat bahwa sejak awal dilahirkan ke bumi, manusia sebenarnya sudah memiliki kehendak politik.

Berdasarkan pengertian di atas, politik juga bisa diartikan sebagai sikap kolektif sesama manusia atas sumber daya yang ada, karena sejak dahulu sikap kolektif ini telah ada untuk mencapai kebahagiaan di sebuah kalangan atau tatanan sosial masyarakat. Seperti proses konsensus yang terjadi di masyarakat dan hal tersebut di sepakati bersama-sama.

Sikap kolektif ini dapat dilihat dari interaksi-interaksi yang hadir dalam rangka mencapai hal yang dikehendaki. Dalam sistem monarki atau demokrasi, sikap kolektif dalam mencapai hal yang diinginkan dan dikehendaki tetap jelas adanya. Perbedaannya hanya terletak pada scope interaksinya.

Dalam sistem monarki sikap kolektif hanya ada pada pihak penguasa atau elit politik tertentu. Sementara dalam sistem demokrasi, sikap kolektif merupakan hak setiap warga Negara, termasuk para elit-politik.

Sebagaimana kita ketahui bahwa sikap kolektif dan proses konsensus untuk mencapai kebahagiaan bersama, masyarakat membutuhkan pihak yang dapat mengatur interaksi satu sama lain secara adil. Disinilah sebuah lembaga (Negara) dibutuhkan. Hal ini bertujuan agar konflik dapat dihindari. Itulah mengapa dewasa ini, jika kita berbicara tentang politik, maka kita juga berbicara tentang konsep-konsep yang ada didalamnya.

Dari uraian di atas, maka ada beberapa konsep pokok yang menjadi pembahasan yang inherent dalam pengertian modern tentang politik itu sendiri. konsep-konsep pokok itu adalah:
1. Negara
2. Kekuasaan (power)
3. Pengambilan keputusan (decision making)
4. Kebijakan (Policy)
5. Pembagian (distribution) atau alokasi (allocation)

Dewasa ini, pengertian politik memang cenderung menjelaskan tentang upaya yang berorientasi pada kekuasaan semata ketimbang usaha dalam mencapai the good life dan masyarakat polity. Padahal perlu kita ketahui bahwa pengertian politik secara praktis atau pun teoritis tidak selalu buruk. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Peter Merkl bahwa, “Politik dalam bentuk yang paling baik adalah usaha mencapai suatu tatanan sosial yang baik dan berkeadilan (Politics, at its best is a noble quest for a good order and justice). Sementara Potilik dalam bentuk yang paling buruk, adalah perebutan kekuasaan, kedudukan dan kekayaan untuk kepentingan sendiri” (Politics at its worst is a selfish grab for power, glory and riches). (MRS)

Untuk membaca artikel yang kami buat tentang pengertian ilmu politik, silakan Klik Disini.

Referensi:
1. Budiardjo, Miriam, 2008, Dasar-dasar Ilmu Politik, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama
2. Noer, Deliar, 2001, Pemikiran Politik Di Negeri Barat, Bandung, Penerbit Mizan
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Politik, diakses pada tanggal 9 April 2014 22:20

Related Posts

Leave a Comment