Pengertian Politik Luar Negeri Bebas Aktif dan Penyimpangannya Pada Masa Pemerintahan SBY-JK

Konflik Internal di Myanmar

Penyimpangan selanjutnya terjadi pada kebijakan luar negeri Indonesia dalam kasus konflik internal yang terjadi di Myanmar. Akar permasalahan di Myanmar bersumber pada keengganan pemerintahan junta militer pimpinan Jenderal Than Shwe untuk melakukan reformasi politik terkait dengan upaya penegakan HAM dan demokrasi di negara tersebut. Sejak junta militer berkuasa di Myanmar tahun 1962, tanda-tanda demokratisasi tak kunjung datang. Hasil Pemilu 1990 yang memenangkan partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan tokoh demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, tidak diakui oleh junta militer. Suu Kyi yang memperoleh nobel perdamaian tahun 1991 atas semangatnya melakukan perlawananan politik dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan mendorong demokrasi malah ditangkap. Beliau keluar-masuk penjara. Begitu juga sejumlah tokoh Liga Nasional dan pejuang hak asasi manusia yang lain. Dipenjarakan dan disiksa. Dan sampai sekarang, menurut perkiraan PBB, jumlah tahanan junta militer adalah lebih dari 1.000 orang.[3]

Kemudian, masalah tersebut diangkat dalam DK PBB yang mana pada saat itu Amerika Membuat satu draft resolusi untuk Myanmar. Tetapi resolusi tersebut diveto oleh Cina dan Rusia. Semenatara Indonesia lebih memilih untuk bersikap abstain. Keputusan Indonesia tersebut menuai banyak kritikan dari dalam negeri. Karena dinilai Indonesia tidak berani bersikap terhadap penyelesaian kasus Myanmar tersebut. Yang perlu kita perhatikan disini adalah, kenapa Indonesia lebih memilih untuk bersikap abstain ketimbang menyetujui atau menolak resolusi tersebut?

Berdasarkan diskusi yang kami lakukan, Sikap tersebut adalah sikap yang menurut Indonesia terbaik. Karena apabila Indonesia menyetujui draft tersebut, maka akan bertentangan dengan Rusia dan Cina, terlebih lagi kepada Myanmar sendiri sebagai sesama anggota ASEAN. Disamping itu, apabila Indonesia menolak resolusi tersebut, maka Indonesia akan bertentangan dengan Amerika Serikat dan akan memberikan efek yang kurang baik untuk hubungan keduanya.

Menurut kami, sebenarnya Indonesia ingin bersikap atas masalah tersebut. Tetapi karena pengaruh bilateral Indonesia dengan baik Amerika serikat ataupun cina dan rusia, maka Indonesia lebih memilih bersikap aman, yaitu abstain. Dari sini terlihat bahwa kebijakan politik luar negeri Indonesia masih dipengaruhi oleh Negara lain dan tidak bisa menyuarakan aspirasi kebijakan luar negerinya secara bebas dan aktif.

Referensi:

[1] Sby-jk tidak saling menyalip, artikel diakses pada tanggal 8 april 2011 dari http://nasional.inilah.com/read/detail/15990/sby-jk-tidak-saling-menyalip

[2] Anggota DPR: Indonesia Tak Seharusnya Ikut Campur Masalah Irak, artikel diakses pada tanggal 11 april 2011 dari http://www.indonesiaindonesia.com/f/9581-anggota-dpr-indonesia-ikut-campur-masalah/

[3] Abdul Gafur Sangadji, Peran Indonesia Dalam Penyelesaian Myanmar, Media Indonesia. Terbit pada hari Senin, 22 Januari 2007

Pages ( 2 of 2 ): « HALAMAN SEBELUMNYA1 2

Recent Posts

Leave a Comment