Pengertian Partai Politik

Pengertian partai politik apabila dilihat dari kalimatnya terdiri dari dua kata, yaitu pengertian kata “partai” dan pengertian kata “politik”. Kata partai menunjuk pada golongan sebagai pengelompokan masyarakat berdasarkan kesamaan tertentu seperti tujuan, ideologi, agama, bahkan kepentingan.

Pengertian Partai Politik

Partai Politik Peserta Pemilu 2014

Pengelompokan itu bentuknya adalah organisasi secara umum, yang dapat dibedakan menurut wilayah aktivistasnya, seperti organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, serta organisasi politik. Dengan atribut “politik” berarti pengelompokan yang bergerak di bidang politik.

Sementara kata politik secara etimologis berasal dari kata Yunani kuno Polis yang berarti kota atau Negara-kota (city-state). Namun seiring berkembangnya kehidupan social-masyarakat pada saat itu, arti Politik juga berkembang menjadi polites yang berarti warganegara, politea yang berarti segala hal yang berhubungan dengan Negara, politika yang berarti pemerintahan Negara dan politikos yang berarti kewarganegaraan. (Selengkapnya Baca: Pengertian Politik)

Lebih jauh, politik tidak bisa dilepaskan sebagai usaha untuk mendapatkan hal yang dikehendaki berdasarkan kepentingan. Sehingga Politik dalam arti yang lebih modern melekat dengan kekuasaan.

Berdasarkan penjelasan tersebut, pengertian partai politik atau definisi Partai Politik adalah golongan atau kelompok sosial dengan berdasarkan kesamaan tertentu untuk mendapatkan hal yang dikehendaki atas dasar kepentingan masyarakatnya. Salah satunya dengan cara meraih kekuasaan. (Baca Juga: Sejarah Partai Politik)

Partai politik juga dapat diartikan sebagai atau didefenisikan sebagai organisasi publik yang bertujuan untuk membawa pemimpinnya untuk berkuasa dan memungkinkan para pendukungnya untuk mendapat keuntungan dari dukungan tersebut.
[1]

Di sisi lain, Ranney dan Kendal (1956) mendefenisikan partai politik sebagai grup atau kelompok masyarakat yang memiliki tingkat otonomi tinggi untuk mencalonkan dan terlibat dalam pemilu dengan harapan mendapatakan serta menjalankan kontrol terhadap birokrasi dan kebijakan publik.[2]

Dalam buku Dasar-dasar Ilmu Politik, Miriam Budiarjo, menjelaskan bahwa Partai politik merupakan sarana bagi warga Negara untuk turut serta atau berpartisipasi dalam proses pengelolaan Negara.[3] Partai politik pertama sekali lahir di Negara-negara Eropa Barat dengan meluasnya gagasan bahwa rakyat merupakan faktor yang perlu diperhatikan serta diikut sertakan dalam proses politik.[4]

Banyak sekali definisi mengenai partai politik yang dibuat oleh para sarjana. Di bagian ini terdapat beberapa pemaparan tentang definisi partai politik yang dibuat oleh para ahli klasik dan kontemporer. Diantaranya:

Carl J. Friedrich menjelaskan bahwa Partai politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasa terhadap pemerintahan bagi pimpinan partainya dan berdasarkan penguasaan ini, memberikan kepada anggota partainya kemanfaatan yang bersifat idiil serta materil.

Sigmund Neumann dalam buku karyanya, Modern Political Parties, mengemumkakan definisi partai politik sebagai organisasi dari aktivis-aktivis public yang berusaha untuk menguasai kekuasaan pemerintahan serta merebut dukungan rakyat melalui persaingan dengan suatu golongan atau golongan yang lain yang mempunyai pandangan yang berbeda.

G. Satori dalam bukunya Praties and Party System juga menjelaskan bahwa partai politik adalah suatu kelompok politik yang mengikuti pemilihan umum dan, melalui pemilihan umum itu, mampu menempatkan calon-calonnya untuk menduduki jabatan-jabatan publik. (Baca Juga: Sejarah Partai Politik di Indonesia)

 

Sumber bacaan / referensi :

1. Miriam Budiarjo,2008,Dasar-dasar ilmu Politik,Edisi Revisi,Jakarta:Gramedia Pustaka Utama

2. Firmanzah,2007,Marketing Politik,Jakarta:Yayasan Obor Indonesia

3. http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_politik

 


[1] Firmanzah,2007,Marketing Politik,Jakarta:Yayasan Obor Indonesia, hal. 66

[2] Firmanzah, Ibid., hal. 68

[3] Miriam Budiarjo,2008,Dasar-dasar ilmu Politik,Edisi Revisi,Jakarta:Gramedia Pustaka Utama., hal. 397

[4] Miriam Budiarjo, Ibid., hal. 398

Related Posts

Leave a Comment