Fungsi Partai Politik di Negara Demokrasi dan Otoriter

Fungsi partai politik di Negara demokrasi berbeda dengan di negara otoriter. Di Negara demokrasi, partai politik memiliki 4 fungsi utama yang secara umum bisa dirangkum sebagai wahana bagi masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam mengelola kehidupan bernegara, serta sebagai wadah untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat di hadapan Penguasa. Sementara di Negara otoriter, partai politik hanya berfungsi sebagai alat untuk menjalankan kehendak dan kepentingan penguasa.

Fungsi Partai Politik di Negara Demokrasi dan Otoriter totaliter

Partai Politik di Negara Demokrasi dan Negara Otoriter

Untuk lebih jelasnya, berikut kami jelaskan secara rinci fungsi partai politik di Negara demokrasi dan Negara otoriter

Fungsi Partai Politik di Negara Demokrasi

Di Negara yang menganut sistem demokrasi, secara umum partai politik menjalankan fungsi sebagaimana awal mula ide partai politik itu dibentuk, yaitu untuk mengakomodir kepentingan masyarakat di dunia pemerintahan. Apabila kita rinci lagi, fungsi partai politik di Negara demokrasi ini ada 4:

  1. Sarana Komunikasi Politik

Pengertian komunikasi politik adalah berbagai macam bentuk komunikasi, baik itu secara lisan maupun tulisan, secara cetak, online, ataupun di televisi, yang melibatkan pesan politik dan juga aktor-aktor politik. Baik itu tentang kekuasaan, pemerintahan, maupun kebijakan-kebijakan pemerintah.

Fungsi partai politik sebagai sarana komunikasi politik merupakan fungsi yang sangat vital. Karena di era modern yang sangat kompleks seperti sekarang ini, banyak sekali pendapat dan aspirasi masyarakat yang berkembang terkait berbagai macam hal, mulai dari tuntutan hak sebagai masyarakat hingga pendapat-pendapat yang berkembang perihal kebijakan pemerintah. Apabila pendapat dan aspirasi masyarakat tersebut tidak ditampung dan digabung dengan pendapat dan aspirasi orang lain yang senada, maka pendapat atau aspirasi tersebut akan hilang tak berbekas.

Disinilah peran partai politik sebagai sarana komunikasi politik dibutuhkan. Partai politik akan menggabungkan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat, diolah, kemudian dirumuskan dalam bentuk yang lebih teratur, kemudian mengusulkan nya menjadi sebuah kebijakan melalui perwakilannya di pemerintahan. Proses ini disebut proses agregasi dan proses perumusan kepentingan (interest  articulation)

  1. Sarana Sosialisasi Politik

Fungsi partai politik di Negara Demokrasi yang kedua adalah sebagai sarana sosialisasi politik. Sosialisasi politik merupakan suatu proses dimana seseorang memperoleh sikap serta orientasi terhadap fenomena politik. Hal ini merupakan bagian dari proses yang menentukan sikap politik seseorang. Contohnya adalah tentang sikap nasionalisme, tentang ideologi, maupun tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara suatu negara.

Selain itu, sosialisasi politik juga merupakan faktor penting dalam proses terbentuknya budaya politik (political culture) suatu bangsa. Proses sosialisasi politik ini bisa dilakukan partai dengan berbagai cara, contohnya bisa melalui media massa seperti fenomena akhir-akhir ini dimana oknum-oknum pemilik media massa sangat gencar melakukan sosialisasi politik partai yang dipimpinnya. Selain media massa, bisa juga melalui pidato dan ceramah-ceramah, penataran, kursus kader-kader partai, serta dengan berbagai cara yang makin hari makin berkembang.

  1. Sarana Rekrutmen Politik

Fungsi sebagai sarana rekrutmen politik ini bisa dilakukan oleh partai politik dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan mendirikan organisasi-organisasi massa (Sebagai Underbow) yang bisa menampung seluruh kalangan. Bisa mendirikan organisasi massa yang menampung mahasiswa, organisasi massa yang menampung buruh, pemuda, petani, serta organisasi massa kelompok-kelompok lainnya, yang semuanya itu sebenarnya merupakan strategi partai politik dalam menjalankan fungsinya sebagai sarana rekrutmen politik.

BACA JUGA:   Pengertian Politik

                           Sejarah Partai Politik

                           Sejarah Partai Politik di Indonesia

Rekrutmen politik ini merupakan proses yang sangat vital bagi partai politik, karena proses ini sebenarnya merupakan proses untuk menyeleksi pemimpin. Dalam prakteknya, partai politik membutuhkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas, baik itu untuk keperluan partai sebagai pimpinan-pimpinan partai mulai dari pimpinan pusat hingga ranting. Maupun untuk pemimpin-pemimpin nasional, mulai dari tingkat bupati hingga presiden.

  1. Sarana Pengatur Konflik

Dalam sebuah masyarakat yang sangat heterogen, yang terdiri dari banyak suku, budaya, sosial-ekonomi, agama, hingga bahasa, potensi untuk terjadi gesekan yang akhirnya bisa menyebabkan konflik cukup besar. Disinilah partai politik dapat memainkan peran nya sebagai pihak yang dapat menekan semaksimal mungkin potensi konflik yang akan muncul dari perbedaan-perbedaan yang ada.

Menurut Arend Lijphart (1968): Perbedaan-perbedaan atau perpecahan di tingkat masa bawah dapat diatasi oleh kerjasama di antara elit-elit politik. Dalam konteks partai politik, maka elit-elit politik disini adalah para pemimpin partai politik.

Partai politik bisa menjadi penengah diantara masyarakat-masyarakat yang heterogen tersebut sehingga bisa memunculkan kesepahaman. Selain itu, partai politik juga bisa menjadi penghubung psikologis dan organisasional antara masyarakat dengan pemerintah, caranya bisa dengan melakukan konsolidasi serta artikulasi dari tuntutan yang beragam yang muncul di tengah masyarakat yang heterogen.

Fungsi Partai Politik di Negara Otoriter/Totaliter

Secara umum, fungsi partai politik di negara otoriter adalah sebagai alat untuk mengendalikan semua aspek kehidupan masyarakat secara monopolistik sesuai dengan keinginan dan kepentingan penguasa.

Apabila dijabarkan, sebenarnya partai politik di negara otoriter ini juga memiliki  fungsi sebagai sarana komunikasi politik, sarana sosialisasi politik, serta sarana rekrutmen politik. Tetapi pelaksanaannya sangat jauh berbeda dengan partai-partai politik di negara demokrasi.

Di negara otoriter, fungsi sebagai sarana komunikasi politik lebih bersifat ke penyampaian doktrin-doktrin partai serta informasi-informasi yang  sejalan ataupun untuk menunjang tercapainya tujuan pimpinan partai. Jadi komunikasi yang terjadi adalah pola komunikasi satu arah, dimana komunikasi hanya terjadi dari atas ke bawah.

Sedangkan proses sarana sosialisasi politik lebih kepada pembinaan warga negara agar memiliki cara berpikir dan kehidupan searah dengan pola yang sudah ditentukan oleh partai politik. Sementara sarana rekrutmen politik ditekankan pada perekrutan calon-calon yang sangat loyal kepada penguasa dan juga yang menguasai ideology Marxisme-Leninisme.

Related Posts

Leave a Comment